TRIBUNNEWS.COM - Fabio Capello mengungkapkan alasan yang membuatnya tak ingin kembali ke Italia.
Pria berumur 67 tahun sebenarnya sangat sadar, bahwa di sanalah namanya melambung sebagai bintang sepak bola.
Masalah sepak bola di Italia memang terlihat pelik. Mulai dari persoalan pengaturan skor, hingga suporter yang tidak sportif, misalnya kasus rasisme yang tak pernah usai.
Terakhir, masalah yang terjadi kala pertandingan antara Juventus melawan Udinese dalam laga lanjutan Serie A, Senin (2/12/2013).
Pada laga yang dihelat di Juventus Arena, para suporter selalu mencemooh kiper Udinese, Zeljko Brkic, setiap kali ia mengambil tendangan yang dilesatkan ke gawang.
Akibat kasus penghinaan tersebut, Juventus didenda sebesar 5.000 euro oleh Federasi Sepak Bola Italia.
Melihat kondisi yang tak nyaman seperti itu, Capello menanggapinya dengan sinis. Pelatih Timnas Rusia juga sangat kritis dalam melihat masalah itu.
'Saya tidak ingin kembali ke Italia karena negara itu selalu mencari alasan untuk sebuah masalah, dan tidak memecahkannya,' ujar Capello, dilansir Rai Sport.
'Mereka adalah sebuah negara dan juga pelakunya, tapi tidak pernah menyelesaikan. Penanggung jawab juga tidak pernah memberikan jaminan apapun. Mereka lebih memilih memastikan apakah mereka dalam kondisi aman,' kritiknya.
'Kita harus mendidik anak-anak kita, membawa mereka ke stadion dan mengajar mereka untuk tidak melakukan hal-hal buruk,' tuturnya. (*)


0 comments:
Post a Comment