SUATU malam, PSM Makassar bertanding. Laga berlangsung begitu seru. Memainkan bola di kakinya yang berjingkrak lincah, striker Rahmat Takalar meliukkan pinggang seperti menari. Tapi, gerak tipunya gagal mengecoh lawan yang menempel ketat membayangi gerakannya.
Manuver serangan Pasukan Ramang jadi mentah lagi. Berkali-kali serangan Juku Eja pun kandas.Seorang penonton menyaksikan aksi Rahmat dengan gemas di tribun VIP Stadion Mattoanging, Makassar. Di tangannya, dia sesekali mereguk sekaleng minuman bersoda.
Kebetulan BOLA-LAPANGAN.BLOGSPOT.COM duduk berdampingan dengan penonton itu. Sebelum menyaksikan pertandingan, kami sempat berbincang-bincang sebentar.
Dia baru saja dilantik pada 9 Juli 2012 menjadi ketua pengurus provinsi PSSI Sulawesi Selatan periode 2012-2016, di Wisma Kalla, Makassar. Setelah pelantikannya itu, dia lekas menggagas Liga JK alias Sulsel Champions League.
Sebelumnya, kami beberapa kali sempat bersua, terutama saat perhelatan Liga Pendidikan Indonesia 2011 (http://bola.okezone.com/read/2011/09/14/49/502782/kontestan-8-besar-grup-makassar-unjuk-kebolehan). Penonton itu bernama Abadi Sirajuddin.
Selasa 17 September 2013 sore, sang penggiat bola yang pernah menjadi manajer PSM U-21 berpulang ke haribaan Ilahi. Setelah beberapa waktu mengidap sakit, Abadi kini telah tuntas menunaikan perjuangannya menggelorakan spirit sepakbola di ibukota Negeri Anging Mammiri.
'Almarhum meninggal dengan tenang, tak ada yang disusahkan. Mohon agar almarhum dapat dimaafkan segala kesalahannya oleh handai taulan sekalian,' tukas kakak kandungnya, Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.
Dalam kenangan, sosok Abadi mengingatkan BOLA-LAPANGAN.BLOGSPOT.COM dengan salah seorang fans fanatik yang menonton dengan gemas di tribun, pada suatu malam, tatkala serangan PSM tak juga berhasil menjadi gol. Kenangan itu mungkin ikut berdenyut dalam geliat pertandingan yang ditampilkan secara gemilang oleh tim Ayam Jantan dari Timur.
Abadi meninggalkan seorang istri dan seorang putri. Kelahiran Makassar 15 April 1974, dia merupakan bungsu dari 12 bersaudara. Mendiang dikenal sebagai salah satu tokoh muda sepakbola yang terlibat erat dengan PSM.
'Waktu saya manajer, dia ketua panitia pertandingan. Orangnya bersahaja begitu toh. Saya lihat pintar berorganisasi, itu poin pentingnya. Barangkali itu cermin juga mengenai kiprahnya di organisasi lain. Waktu dia pegang kepanitiaan PSM, tidak pernah ricuh pertandingan, aman terus,' tanggap Ishlah Idrus, mantan manajer keuangan PSM Makassar, saat berbincang di rumah duka, Jalan Maipa, Makassar.
Mendung duka masih berat tergantung di mata Ishlah ketika dia berbicara tentang sahabat baiknya itu. Terus juga terbayang di pelupuk mata ini, kegemasan almarhum di tribun, dulu. Seperti kehendak yang tersirat supaya Rahmat dkk di PSM berprestasi menjulang tinggi di atas panggung lapangan hijau.
Jenazahnya telah dikebumikan di sebuah komplek pemakaman di Datuk Paggentungan, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Rabu (18/9/2013) siang. Nama baiknya akan tetap abadi selamanya .... ( fit)


0 comments:
Post a Comment